
Yen Jepang (JPY) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Selasa (20/5), menandai kenaikan hari kedua berturut-turut di tengah pelemahan USD secara luas, meskipun pasangan USD/JPY diperdagangkan datar di dekat 144,75 pada jam-jam Amerika. Pasangan ini merosot ke level terendah intraday di 144,09 selama jam-jam perdagangan Asia awal sebelum bangkit kembali selama sesi Eropa.
Sebaliknya, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur USD terhadap sekeranjang enam mata uang utama, tetap tenang untuk hari kedua karena sentimen melemah menyusul penurunan peringkat kredit AS oleh Moody's dari Aaa menjadi Aa1.
Sementara itu, para pedagang tetap berhati-hati menjelang negosiasi perdagangan baru antara Jepang dan Amerika Serikat (AS), yang akan dilanjutkan di Washington akhir minggu ini. Menteri perdagangan Jepang Ryosei Akazawa diperkirakan akan menghadiri putaran ketiga pembicaraan tingkat menteri, dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer juga dijadwalkan untuk berpartisipasi.
Pada konferensi pers hari Selasa, Akazawa menegaskan kembali sikap tegas Jepang terhadap tarif:
"Serangkaian tarif AS, termasuk tarif timbal balik serta tarif pada mobil, suku cadang mobil, baja, dan aluminium, sangat disesalkan. Tidak ada perubahan pada sikap kami untuk mengupayakan peninjauan ulang, yang berarti penghapusan tarif tersebut," katanya.
Sementara pejabat AS dilaporkan mendesak Jepang untuk segera mengakhiri pembicaraan, yang menunjukkan bahwa mencapai kesepakatan lebih awal akan memberi Tokyo keuntungan dibandingkan negara lain yang masih bernegosiasi.
Ke depannya, pelaku pasar akan terus mencermati data ekonomi Jepang yang akan datang, yang dapat memengaruhi sentimen pasar dan ekspektasi kebijakan moneter. Kementerian Keuangan akan merilis angka perdagangan untuk bulan April pada hari Rabu, yang memberikan gambaran singkat tentang bagaimana ekspor dan impor Jepang bertahan di tengah ketegangan perdagangan global yang sedang berlangsung dan permintaan yang lebih lemah dari mitra utama seperti Tiongkok dan AS. Kemudian, pada Kamis malam, perhatian akan beralih ke gambaran inflasi Jepang, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan April.(alg)
Sumber: FXstreet
Yen Jepang melemah mendekati 158,5 per dolar pada hari Kamis(22/1), di tengah kekhawatiran pasar atas prospek fiskal yang memburuk. Bank Sentral Jepang (BOJ) memulai pertemuan kebijakan dua hari, dan ...
Pasangan USD/JPY melemah pada perdagangan Asia hari Senin, bergerak di sekitar 156,20 dan sempat mendekati 156,00. Pelemahan ini terjadi setelah Yen Jepang (JPY) menguat, menyusul sinyal dari Bank of ...
Yen Jepang menjadi mata uang utama dengan kinerja terburuk terhadap dolar AS sepanjang 2025, meskipun Bank Sentral Jepang (BOJ) justru menaikkan suku bunga. Bahkan dengan langkah pengetatan lebih lanj...
Yen Jepang sedikit melemah selama sesi Asia pada hari Rabu(17/12), seiring investor memilih berhati-hati menunggu pembaruan kebijakan Bank Sentral Jepang (BoJ). Fokus pasar kini tertuju pada pertemuan...
Pasangan USD/JPY melemah ke sekitar 155,10 di awal sesi Asia hari Selasa(16/12). Yen menguat pelan karena pasar makin yakin Bank of Japan (BoJ) bakal naikkan suku bunga pada rapat kebijakan hari Jumat...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...